Malang, 26 Januari 2026 – Lembaga Zakat dan Wakaf (El-Zawa) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan penandatanganan Letter of Agreement (LOA) bersama mahasiswa penerima Bantuan Ringan UKT El-Zawa (BARIZA) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan ini menjadi penanda resmi dimulainya masa pengabdian para kader BARIZA yang telah dinyatakan lolos seleksi.
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua El-Zawa, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Malang Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, S.Pd., M.Ag., Kepala Pusat Kemahasiswaan yang diwakili oleh Bapak Iqbal, serta para kader El-Zawa penerima BARIZA. Dari total 62 mahasiswa pendaftar, sebanyak 37 mahasiswa dinyatakan lolos tahap administrasi dan kemudian diseleksi kembali melalui tahapan wawancara hingga akhirnya terpilih 18 mahasiswa sebagai penerima BARIZA semester ini.
Dalam sambutannya, Ketua El-Zawa menyampaikan bahwa Program BARIZA merupakan bagian dari Program Jatim Cerdas, salah satu dari lima program utama El-Zawa, yaitu Jatim Taqwa, Jatim Cerdas, Jatim Sehat, Jatim Peduli, dan Jatim Makmur. Ia menegaskan bahwa penerima BARIZA tidak hanya mendapatkan bantuan UKT, tetapi juga memiliki tanggung jawab sebagai kader El-Zawa untuk terlibat aktif dalam berbagai kegiatan lembaga.
Ketua El-Zawa juga berharap para kader BARIZA yang baru dapat lebih berinisiatif dan aktif selama masa pendampingan. Keaktifan kader, termasuk partisipasi dalam kegiatan dan capaian akademik, akan menjadi bahan evaluasi setiap semester. Hal ini sejalan dengan komitmen El-Zawa yang secara rutin membuka pendaftaran BARIZA setiap semester, disertai dengan evaluasi menyeluruh terhadap kader yang telah diterima sebelumnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III UIN Malang, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, S.Pd., M.Ag., dalam arahannya menyampaikan ucapan selamat kepada para mahasiswa penerima BARIZA. Ia mendorong para kader El-Zawa untuk terus berusaha mandiri dan sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Sebagai bentuk tahadduts bin nikmah, beliau juga berbagi pengalaman pribadi saat menempuh studi di Malaysia, di mana beliau mengisi waktu dengan mengajar dan mengaji untuk menambah kebutuhan hidup selama kuliah.

Selain itu, Prof. Triyo juga mengajak para kader untuk mulai membiasakan diri bersedekah, meskipun dengan nominal kecil. Menurutnya, kebiasaan bersedekah secara rutin, misalnya seribu rupiah per hari, dapat membentuk karakter kepedulian dan keikhlasan yang akan sangat bermanfaat dalam kehidupan mahasiswa maupun setelah lulus nanti.

Kegiatan penandatanganan LOA ini berlangsung dengan tertib dan lancar hingga acara penutupan. Melalui program BARIZA, El-Zawa berharap para kader tidak hanya terbantu secara finansial, tetapi juga tumbuh menjadi mahasiswa yang aktif, peduli, dan memiliki kepekaan sosial sebagai bagian dari keluarga besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.





